Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

Ibu yang Tabah

𝗜𝗯𝘂 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗧𝗮𝗯𝗮𝗵 - 𝑱𝒐𝒌𝒐 𝑷𝒊𝒏𝒖𝒓𝒃𝒐 (2002)   Ibu itu mengasuh anak-anaknya sendirian sejak suaminya dipinjam negara untuk dijadikan kelinci dalam percobaan sistem keamanan.  Sampai sekarang belum dikembalikan, padahal suaminya itu sebenarnya cuma pemberani yang lugu dan kadang-kadang nekat.  Toh ibu itu tak pernah berhenti menunggu, meskipun menunggu adalah luka. Dan ia memang perkasa. Menghadapi anak-anaknya yang nakal dan sering menyusahkan, ia tak pernah kehilangan kesabaran. Setiap subuh ibu itu memetik embun di daun-daun, menampungnya dalam gelas,  dan menghidangkannya kepada anak-anaknya sebelum mereka berangkat sekolah.  Malam hari diam-diam ia memeras airmata, menyimpannya dalam botol, dan meminumkannya kepada anak-anaknya bila mereka sakit. Ia mendidik anak-anaknya untuk tidak cengeng. Ia paling tidak suka melihat orang mudah menangis. 𝐵𝑖𝑙𝑎 𝑎𝑛𝑎𝑘-𝑎𝑛𝑎𝑘𝑛𝑦𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑡𝑎𝑛𝑦𝑎, “𝑀𝑒𝑛𝑔𝑎𝑝𝑎 𝐼𝑏𝑢 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑝𝑒𝑟𝑛𝑎ℎ 𝑚𝑒?...

Kepadanya

Gambar
Aku ingin bercerita tentangmu melalui bahasa tak beraksara.  Bahasa yang bahkan tak ada seorang penyair pun yang mengungkapkannya.  Ia hanya mengalir seperti air yang telah menemukan muaranya dan ingin bergegas menghampirinya.  Kamu suka tulisanku, dan aku suka menuliskan tentangmu. Jadi, apa yang menghalangiku untuk kembali menulis?  Kamu hanya tidak mengerti bahasaku. Seperti ketidaksanggupanmu membaca rinduku. Rindu yang telah lama mencipta sembilu di kalbu. Mungkin bahasaku harus menjadi angin. Meski tak nyata dapat kamu baca melalui matamu, namun ia ada berhembus menyegarkanmu. Tak perlu kamu mengerti, hanya perlu kamu rasa. Itu saja cukup bagiku.  Karena aku ingin kamu mengetahui bahwa aku selalu ada untuk membuatmu nyaman. Di sini.  Bagiku mencintaimu seperti bernafas di udara bersih, segar dan melegakan. Karena kamu satu. Ganjil yang menggenapkan. Kekurangan yang melengkapi. Dan kelebihan yang menyempurnakan. ...