Kelas Menengah yang Kian Lengah & Terpecah
Belakangan ini kita sering mendengar hingar bingar dari tubuh-tubuh yang lusuh. Mereka berdesau risau, gundah tak sudah-sudah. Ternyata, mereka adalah kelas menengah yang kian lelah, oleh kelakuan pemerintah. Kebijakan publik yang seringkali tak berpihak pada kelompok ini jadi sebab. Kelas menengah umumnya kalangan pekerja yang seringkali tak menikmati kue subsidi secara langsung. Kesan nista akan disematkan bagi mereka yang membeli gas elpiji melon 3 kg, alih-alih pink 5 kg. Mereka tak mendapat paket perlindungan sosial, lantaran bukan kelompok miskin—tapi mereka tetap wajib membayar BPJS atas nama ‘gotong royong’. Tapi, kelelahan dan kerisauan saja rupanya tidak cukup. Kegelisahan itu perlu diterjemahkan menjadi aksi kolektif yang terorganisir dan memperjuangkan tujuan yang sama. Sayangnya, keresahan itu sepertinya berhenti di tempat saat ini. Aksi massa terakhir belum menghasilkan apa-apa dan kelas menengah ini kembali sibuk dengan aktivitas hariannya, memperjuangkan ke...