Postingan

Menampilkan postingan dengan label Artikel

Segregasi Status Sosial Berawal dari Sekolah

Gambar
sumber: canva Dua hari berturut-turut Harian Kompas menerbitkan laporan investigatif tentang carut marutnya proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sekolah negeri/publik. Mulai dari maraknya calo, murid titipan, hingga pemalsuan dokumen yang dilakukan orang tua. Umumnya, pengakalan proses ini terjadi di sekolah favorit di kota besar. Jika di era saya dulu syarat masuk ke sekolah negeri favorit dan bergengsi adalah nilai, kini sistem zonasi. Sistem zonasi mengharuskan peserta didik tinggal dalam radius 10 KM dari sekolah. Bukti ini ditandai dengan data Kartu Keluarga. Sehingga sebagian orang tua melakukan segala cara untuk mengakali sistem ini, bahkan ada yang menitipkan anaknya pada keluarga lain, atau merogoh kantong hingga Rp20 juta untuk mendapatkan kursi di sekolah negeri. Sistem zonasi dibuat agar tidak ada lagi sekolah favorit/bergengsi dan meratakan status sosial-ekonomi, selain itu peserta didik yang tinggal di zona sekolah mendapatkan akses sekolah dengan lebih adil. Namu...

Manusia, Materi dan Kesementaraan

Gambar
Sumber Gambar: http://goo.gl/7vliJ7 Hidup di era matrealistik membuatku semakin sadar bahwa kita kini hidup berkelindan dengan benda. Hidup kita dikelilingi dengan benda. Seringkali benda-benda tersebut kita beli bukan karena fungsinya. Benda telah mewujud melampaui dari fungsinya. Benda mencengkram kita bukan karena ketergantungan kita akan fungsinya. Benda telah semakin menorehkan dampak psikologis, kita semakin menjalin hubungan yang erat dengan benda. Begitu intim. Sekali lagi bukan karena fungsinya. Tapi benda mempengaruhi kesadaran berpikir kita. Ia dengan cepatnya memegang peranan yang sangat penting dalam struktur kehidupan kita.  Tapi meski demikian eratnya ketergantungan kita dengan benda, relasi kita semakin hari menjadi kian sementara. Coba kita ingat-ingat lagi berapa sering kita membeli pakaian, dan berapa sering kita mengganti barang-barang yang baru saja kita beli beberapa bulan sebelumnya, berapa sering kita membeli sepatu untuk mengikuti gaya terkini. ...

Merayakan Hidup dan Menikmati Kejutannya

Gambar
sumber gambar: http://goo.gl/uPzfh Kadang kita dipaksa untuk berkemas pergi sebelum masanya. Dan seringkali hidup tidak memberimu banyak waktu untuk berpikir dan menghela napas. Namun ketika kamu mengalir dan mengikut alurnya hidup, kemudian mengikhlaskannya, kamu akan bertemu kejutan-kejutan kehidupan dan belajar menikmatinya. Hidup menawarkan banyak tempat sebagai scene untuk kita lalui sebagai aktor. Kita tidak akan pernah tahu berapa lama kita memainkan peran kita. Seringkali kita mencoba mengelabui waktu dengan menikmati banyak hal dalam waktu yang sempit. Manusia kota banyak yang melakukannya, mereka sering menyebut dengan istilah multi-tasking. Dalam hidup aku telah banyak belajar untuk mengatakan tidak, karena aku kerap menggadaikan kepentinganku demi ajakan dan tawaran orang lain. Tapi dalam setiap kesempatan yang terhidang dalam meja hidupku, aku selalu melahapnya, aku tidak berani untuk menolak. Karena kesempatan tidak akan pernah datang dua kali. Mungkin ia aka...

Perda ‘Ngangkang’ Nirguna

Gambar
sumber:  http://alfredoelectroboy3.wordpress.com Awal tahun 2013 sebuah perda yang sedang digagas oleh Pemerintah daerah Lhokseumawe Aceh cukup menyita perhatian publik. Perda tersebut melarang setiap perempuan berkendara dengan posisi duduk ‘ngangkang’. Di tengah gagalnya sistem politik di tanah air, perda yang mendiskriminasikan perempuan menjadi bukti nyata bahwa dalam membuat kebijakan pun pemerintah masih belum dapat membedakan mana yang berguna, dan nirguna. Berkendaraan khususnya motor, menjadi keniscayaan di tengah gagalnya sistem transportasi kita. Tuntutan mobilitas pun membuat, bukan hanya perempuan tapi juga laki-laki, untuk menggunakan kendaraan. Namun anehnya perda yang dibuat oleh Walikota Lhokseumawe ini rencananya hanya diberlakukan kepada perempuan.  Stereotipe  Perempuan yang diharapkan pemerintah kota Lhokseumawe, (mungkin) adalah perempuan yang dapat tampil feminin dengan cara duduk yang menyamping. Dalam banyak kasus, kita kerap ter...

EKOFEMINISME

Gambar
Sebuah Landasan Filosofis Gerakan Lingkungan Perspektif Perempuan Pendahuluan Perempuan dan alam seringkali diartikulasikan sebagai dua hal yang sangat erat dan dekat. Permasalahan lingkungan yang terjadi saat ini tidak netral gender, karena ketika terjadi kerusakan alam, perempuan menjadi pihak yang paling beresiko terkena dampaknya. Konsep ekofeminisme mencoba untuk menjelaskan hubungan antara feminisme dan ekologi.  Paham ini berkembang pada awal tahun 1970-an, dan menggabungkan elemen feminisme dan gerakan hijau (green movement). Adalah Francois d’Eaubonne yang pertama kali memperkenalkan apa itu ekofeminisme, dalam sebuah tulisannya yang berjudul Le Feminisme Ou La Mort.  Ekofeminisme ini berakar dari gerakan feminis multikultural dan global, berusaha untuk menunjukkan hubungan antara semua bentuk opresi manusia. Opresi manusia ini bukan hanya dilakukan kepada sesama manusia, tapi juga alam. Ekofeminisme ini percaya bahwa ada hubungan konseptual, simbolik, dan...

Catatan Kecil di Hari Buruh Internasional

Gambar
Hari ini tepat pada tanggal 1 Mei adalah Hari Buruh Internasional yang biasa disebut May Day. Buruh dari berbagai Federasi buruh dan serikat pekerja turun ke jalan untuk menyuarakan tuntutannya. Saya ambil bagian menjadi pewarta untuk sebuah media online, dan ini pertama kalinya saya meliput sebuah aksi yang masif. Saya mengikuti para buruh yang melakukan longmarch sepanjang jalan Sudirman dari Senayan hingga bundaran HI. Dan hal yang paling menggetarkan adalah saat mereka berhenti dekat patung Jenderal Sudirman dan melakukan solat zuhur bersama. Saat azan berkumandang ada suatu perasaan aneh. Perasaan haru, sedih tapi juga kesal. Ada sesuatu yang berkecamuk. Perasaan yang seolah mewakili kegeraman atas gagalnya pemimpin bangsa ini membawa kami pada kesejahteraan. Saya memang masih berstatus mahasiswa yang magang pada salah satu media massa online, meski demikian lingkungan saya dekat sekali dengan kehidupan buruh. Di belakang rumah saya ada kontrakan yang dihuni oleh para...

Panduan Berpolitik dari Ruang Keluarga*

Gambar
*Tulisan ini dimuat di Harian Suara Tangsel, 29 Februari 2012 Saat ini masyarakat dihadapkan pada kenyataan bahwa mereka hidup di era informasi, namun tidak banyak yang menyadari adanya hujan informasi. Masyarakat Indonesia masih banyak yang buta terhadap ‘alfabet’ media massa. Maka tak heran bahwa kini strategi para kaum elit adalah dengan tampil sedemikian rupa agar mampu tampil dengan baik di media massa padahal hanya simbolis semata tanpa substansi.  Ketika televisi lahir di Amerika, ada sebuah iklan di televisi RCA di tahun 1950-an yang mengatakan bahwa “Televisi membawa politik ke dalam masyarakat melalui ruang keluarga”.  Indonesia pun memiliki sejarah yang sama, bahwa televisi adalah alat propaganda pemerintah kepada rakyatnya. Ketika pada tahun 1967 TVRI lahir yang dibidani oleh proyek mercusuar. Kebijakan penyiaran pasca kolonialis diarahkan untuk menciptakan “harmoni semu” dengan sensor materi pemberitaan. Ketika kemudian swasta hadir di tahun 1990 tele...

Mencari Apa

Gambar
Gegap gempita tahun baru sudah berlalu seminggu yang lalu. Saat ini kita kembali menatap minggu yang berulang. Bersama angin, bersama hujan. Bagaimana dalam setiap minggu kita melewati hari yang sama, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu. Apa yang berbeda? Setiap kita memiliki ruh, jiwa dan batin. Ruh yang akan membuat kita selalu hidup, bersama nafas ini di kehidupan. Jiwa yang akan membuat kita selalu passionate. Sesuatu yang dapat lebih menghidupkan kehidupan. Karena nyatanya mereka yang memiliki ruh namun jiwanya tak sehat, tidak dapat lebih menghidupi hidupnya. Dan, Batin yang senantiasa merekam jejak kehidupan kita. Pengalaman masa kecil, pendidikan di sekolah, pengalaman sehari-hari, relasi dengan sesama yang saling dipengaruhi dan mempengaruhi. Tentunya batin ini ada dua jenis, yang kita sadari maupun yang tidak kita sadari yang biasanya disimpan di dalam otak bawah sadar. Ketiga komponen tersebut adalah sesuatu yang penting bagi kita untuk menjalani kehid...

Pemiskinan Berkedok Kontrak Tambang

Gambar
(dimuat di Koran Sindo, 11 Oktober 2011) Kita semua tahu bahwa Indonesia adalah negara kaya, namun kita juga sama tahunya bahwa hanya segelintir orang yang mampu menikmatinya. Saya jadi teringat sejarah, betapa Bung Karno menginginkan bangsa Indonesia mandiri dan mampu mengelola sumber daya alamnya sendiri. Bukan seperti sekarang ini,yang cenderung menjadi budak. Siapa yang tidak tahu film Laskar Pelangi yang diadaptasi dari kisah nyata, bapaknya Ikal merupakan potret buram dunia buruh pertambangan. Penduduk lokal hanya menjadi semacam sapi perah yang dibayar tidak sepadan. John Pilger dalam bukunya yang berjudul The New Rulers of the World (2002) menyebutkan bahwa ada semacam penguasaan ekonomi Indonesia oleh kekuatan asing dalam konferensi di Jenewa pada 1967. Konferensi di Jenewa tersebut menjadi titik awal, yang kemudian menentukan nasib ekonomi bangsa kita selanjutnya. Disebutkan pula bahwa ada proses pembagian atau pos-pos sumber daya alam dengan proses tawar-menawar, tanpa...