Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kenangan

Menghardik Kesedihan

Gambar
​​ Hal yang paling menakutkanku adalah Bapak Ibu mati. Kupikir tak mungkin melanjutkan hidup tanpa mereka. Maksudku, sejak aku lahir mereka sudah lebih dulu ada. Tak terbayang, bagaimana jika mereka tidak ada.  Aku punya bayangan, Ibu mati karena penyakit gulanya. Sedangkan Bapak, yang tak punya penyakit bawaan, sesekali sakit perut karena punya masalah usus. Jujur, aku tak punya bayangan sedikit pun soal bagaimana Bapak akan mati.  Tapi, akhirnya hari itu datang juga. Pagi itu ibuku berangkat mengaji dengan suka cita. Setelah beberapa bulan vakum karena rumah kami direnovasi dan harus mengungsi, dia mengaji lagi. Seperti biasa, dia masih mondar mandir naik motor sendiri.  Biasanya jam 8 pagi pengajian selesai. Ibu sampai rumah kerap membawa aneka jajanan untuk kami sarapan. Tapi, pagi itu hanya ada telepon masuk dari nomer tak dikenal. Suara di ujung telepon bilang, ibuku dilarikan ke rumah sakit karena kecelakaan.  Aneh rasanya, melihat Ibu yang jarang sakit berbar...

Mimpi yang Terserak

Gambar
Pernahkah kamu mengumpulkan serpihan mimpi yang terserak. Seperti puing yang hampir sirnah tertimbun reruntuhan rutinitas hidup yang melenakan. Tak ada yang lebih melenakan selain kemapanan. Mapan menjalin relasi dengan orang-orang yang sudah menjadi bintang, atau sudah menemukan bintangnya. Dan tidak ada yang lebih menipu selain merasa memiliki bintang yang sama. Padahal, kamu dan dia berbeda rasi. Tak sejalan. Berbeda arah. Pernahkah, tiba-tiba kamu tersadar bahwa arahmu bukan menuju ke sana. Kamu hanya merasa seolah-olah bertemu pemandu dan terlalu asyik berjalan sambil ngobrol, padahal kamu berada di jalan yang salah. Kamu tidak menuju arah tujuanmu. Hingga di satu titik, orang yang seolah-olah pemandu itu tetap berada di jalannya, dan kita kembali bingung harus ke mana. Karena kemudian kita tersadar bahwa arah jalan kita tak sama. Lalu, kamu tak mungkin berputar kembali. Karena waktu begitu, tak mungkin diulang. Dan kamu membuang waktu sia-sia. Menanggalkan mimpi-mimpi. Atau tan...

Kenangan di Gontor, Tempat Tak Berjeda

Gambar
Aku adalah jenis manusia yang kerap terjebak pada suatu ruang kosong bernama kenangan. Kenangan itu seperti ruang kosong yang dingin. Jika kamu mengenang, kamu akan merasakan dingin disekujur tubuhmu. Karena apa yang dapat kamu lihat adalah gambar dalam ingatan, tanpa bisa disentuh, tanpa bisa diraba. Tapi begitulah kenangan. Ia memang diciptakan seperti itu untuk membuat kita merasakan haru birunya. Aku merasakan kenangan itu, kenangan 5 tahun aku berada di dalam sebuah tempat tak berjeda. Tempat yang dulu pernah aku kutuk karena telah memisahkanku dengan orang-orang terdekatku. Tapi aku lupa bahwa saat itu justru adalah saat di mana aku belajar menemukan siapa diriku sebenarnya. Pekerja keraskah, atau si pemalas?  Jari ini tidak pernah bosan untuk sesekali melihat folder foto dan gambar ketika aku berada di sana. Sebuah tempat yang sangat berkesan di seluruh sejarah hidupku. Sebuah tempat yang, tak dapat aku utarakan dengan kata. Karena semua perasaan telah tercampur di...