Menghardik Kesedihan
Hal yang paling menakutkanku adalah Bapak Ibu mati. Kupikir tak mungkin melanjutkan hidup tanpa mereka. Maksudku, sejak aku lahir mereka sudah lebih dulu ada. Tak terbayang, bagaimana jika mereka tidak ada. Aku punya bayangan, Ibu mati karena penyakit gulanya. Sedangkan Bapak, yang tak punya penyakit bawaan, sesekali sakit perut karena punya masalah usus. Jujur, aku tak punya bayangan sedikit pun soal bagaimana Bapak akan mati. Tapi, akhirnya hari itu datang juga. Pagi itu ibuku berangkat mengaji dengan suka cita. Setelah beberapa bulan vakum karena rumah kami direnovasi dan harus mengungsi, dia mengaji lagi. Seperti biasa, dia masih mondar mandir naik motor sendiri. Biasanya jam 8 pagi pengajian selesai. Ibu sampai rumah kerap membawa aneka jajanan untuk kami sarapan. Tapi, pagi itu hanya ada telepon masuk dari nomer tak dikenal. Suara di ujung telepon bilang, ibuku dilarikan ke rumah sakit karena kecelakaan. Aneh rasanya, melihat Ibu yang jarang sakit berbar...