Postingan

Kenapa Cita-Cita itu Enggak Penting

Gambar
masih punya cita-cita? Bicara tentang cita-cita selalu banyak bumbu cerita. Terutama mengenai betapa sulitnya menggapai cita-cita. Ada yang harus berdarah-darah untuk mendapatkan cita-cita masa kecil, ada juga cerita sedih saat cita-cita enggak tercapai dan sekarang jadi abang Go-Jek. No offense , ya! Tapi, apakah hidup melulu tentang menggapai cita-cita. Menurut saya, konsep cita-cita yang dibangun sejak zaman sekolah sudah usang. Kenapa kita harus punya cita-cita? Apakah kalau kita tidak punya cita-cita lantas hidup kita akan sia-sia? Sayang dunia membentuk jawabannya adalah, iya! Kalau kamu enggak mencapai cita-cita, kamu enggak sukses. Kalau mau sukses harus punya cita-cita dulu, terus kejar sampai dapat. Karena banyak film dan buku motivasi yang beredar, cita-cita menjadi maha penting untuk dicapai. Kalau enggak, kamu akan menjadi orang paling menyedihkan sejagat. Kita seringkali bercita-cita dengan ambisi. Itu kenapa saya pikir konsep cita-cita yang ditanamkan pendid...

Cerita Tentang Pengalaman Batin di Pulau Dewata

Gambar
Tidak ada yang pernah tahu apa rencana Tuhan. Seringkali kita tidak bisa menafsirkan maksud-Nya. Saya baru saja mengalami kejadian tak terduga. Kejadian yang memberikan pengalaman batin tersendiri.  Akhir pekan ini saya berkunjung ke Pulau Dewata. Seperti perjalanan pada umumnya, saya membawa sejumlah uang di dalam dompet untuk meratakan penyebaran uang, supaya tidak berpusat di Jakarta saja (baca: jajan dan perilaku konsumtif, kalap dan sejenisnya) hehe. Tapi, ternyata uang di dalam dompet tidak begitu saya jaga baik-baik. Tanpa sadar tertinggal di toilet. Parahnya, saya baru mengingatnya saat makan siang. Padahal saya tiba di bandara jam 9 pagi. Belum pernah terpikir, bagaimana rasanya terdampar di kota orang tanpa pegang uang tunai. Ya, meski sekarang sudah ada layanan mobile bank, saya bisa minta teman saya tarik uang tunai dan saya langsung transfer, tapi tetap tidak seleluasa saat kita akses uang kita sendiri. Pada saat saya sadar uang saya hilang, saya langsung ...

Kemilau Ibu Kota Menggoda Mata

Gambar
Sentralisasi, satu kata yang cukup mewakili kondisi ibu kota saat ini. Jakarta memang tidak cukup merepresentasikan Indonesia, tapi tengok bagaimana perkembangan ibu kota ini lebih pesat daripada kota lainnya yang mungkin bisa dikatakan ‘anak’. Apakah si ibu ini gila, menghabiskan makanan sendiri tanpa memberi makan anak-anaknya yang sedang dalam masa pertumbuhan (apasih? :p). Memang begitu kenyataannya. Ibu kota melahap habis makanan sehingga kota-kota lainnya menjadi anak busung lapar saja. Anggaran belanja daerah DKI Jakarta selalu lebih besar daripada daerah lainnya. Belum lagi lengkapnya sarana dan infrastruktur dibanding kota lainnya. Hal tersebut karena Jakarta dijadikan pusat pemerintahan, perekonomian sekaligus hiburan. Betapa kilaunya menggoda mata untuk melirik, bukan. Beberapa waktu lalu saya berkunjung ke kota tua, dan ngobrol dengan ibu penjual minuman sachet, bernama Watinah. Dia bilang kini berdagang di Jakarta meski harus membayar uang kontrakan tetap lebih untung ...

Cerita Ombak dan Kaki

Gambar
sumber gambar: http://goo.gl/jvjhDB Mungkin kita terlalu lama dekat, sehingga aku merasa bahwa nafasmu adalah bagian dari hidupku. Seperti merasa separuh bagian, kemudian menyatu dan saling berbagi kehidupan. Tapi semenjak kamu mengenalnya, nafasmu menjadi hal yang asing. Tidak dapat aku hirup dan menyegarkan ronggaku. Kamu seperti seseorang yang terbawa, oleh riak-riak ombak yang sedianya hanya menyentuh kaki liarmu, yang tanpa lelah terus mencari tempat singgah. Namun rupanya, di sana, di laut itu, kamu justru berlabuh. Laut yang sangat luas, dengan tingkat ketidakpastian yang tinggi. Kamu berlabuh di tengah laut, bukan di pantai seperti orang-orang kebanyakan. Aku mengenalmu, jauh sebelum dia mengenalmu, tapi mungkin intensitas kita tidak sebanyak intensitasnya bertemu denganmu. Kamu menjadi lebih dekat dengannya, dan menjaga jarak dengan orang-orang yang sudah lebih lama mengenalmu. Mungkin ada hal-hal yang tidak dapat aku definisikan dan hanya kamu yang menger...

Saya dan Pernikahan

Gambar
Dalam hitungan hari, saya telah masuk ke gerbang kehidupan baru. Sebuah dunia yang memiliki dimensi berbeda dari dunia sebelumnya. Banyak yang terkejut dan bertanya kepada saya mengenai perasaan, kesiapan, bahkan pertimbangan memilih menikah.  Bagi saya pernikahan bukan melulu perihal kebutuhan biologis yang harus dipenuhi. Seperti pertimbangan kakek nenek kita zaman dahulu yang dinikahi begitu dianggap sudah dewasa dalam konteks reproduksi. Bukan juga seperti deadline yang harus dipenuhi ketika usia telah memasuki angka-angka tertentu. Saya memang anak kemarin sore yang memutuskan menikah di tahun yang sama dengan acara penyelenggaraan pernikahan. Tapi izinkan saya berbagi persepsi saya perihal pernikahan, minimal mengapa saya kemudian memilih menikah.  Saya pernah begitu takut menikah, padahal saya berasal dari keluarga harmonis dengan ayah ibu yang selalu bersikap manis. Tidak ada istilah broken home. I come from a sweet home. Kala itu, pernikahan bagi saya adala...

Manusia, Materi dan Kesementaraan

Gambar
Sumber Gambar: http://goo.gl/7vliJ7 Hidup di era matrealistik membuatku semakin sadar bahwa kita kini hidup berkelindan dengan benda. Hidup kita dikelilingi dengan benda. Seringkali benda-benda tersebut kita beli bukan karena fungsinya. Benda telah mewujud melampaui dari fungsinya. Benda mencengkram kita bukan karena ketergantungan kita akan fungsinya. Benda telah semakin menorehkan dampak psikologis, kita semakin menjalin hubungan yang erat dengan benda. Begitu intim. Sekali lagi bukan karena fungsinya. Tapi benda mempengaruhi kesadaran berpikir kita. Ia dengan cepatnya memegang peranan yang sangat penting dalam struktur kehidupan kita.  Tapi meski demikian eratnya ketergantungan kita dengan benda, relasi kita semakin hari menjadi kian sementara. Coba kita ingat-ingat lagi berapa sering kita membeli pakaian, dan berapa sering kita mengganti barang-barang yang baru saja kita beli beberapa bulan sebelumnya, berapa sering kita membeli sepatu untuk mengikuti gaya terkini. ...

Rokok, Antara Kecanduan dan Empati

Gambar
Merokok, kebiasaan yang ditradisikan. Merokok mulai bertransformasi menjadi ikon gaya hidup masa kini. Tak pelak jenis, merk, dan gaya merokok (mengeluarkan asap dari mulutnya) pun mencerminkan status sosial pelakunya. Berdasarkan hasil sensus penduduk oleh Badan Pusat Statistik tahun 2010, jumlah penduduk Indonesia adalah 237.556.363 orang. Laki-laki: 119.507.580 orang. Perempuan: 118.048.783 orang.  Indonesia merupakan negara peringkat ke-3 dengan jumlah perokok setelah China dan India. China, 390 juta perokok atau 29% per penduduk, India, 144 juta perokok atau 12.5% per penduduk, Indonesia, 65 juta perokok atau 28 % per penduduk (~225 miliar batang per tahun).  Menurut data yang didapat Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, jumlah penduduk Indonesia yang merokok mengalami peningkatan hampir dua kali lipat. Jumlah penduduk Indonesia yang merokok pada 1995 tercatat sebanyak 34,7 juta. Sedangkan pada 2007, jumlah penduduk Indonesia yang merok...