Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

Jakarta: Ironi Pembangunan dan Tubuh-Tubuh yang Disingkirkan

Gambar
Jakarta adalah kota dengan banyak wajah. Tapi yang ku kenali hanya dua. Satu wajah menunjukkan keramahan, wajah satunya menunjukkan keangkuhan.  Malam itu, di tengah gemerlap Jakarta ada tubuh-tubuh letih menjaga mata tetap terbuka demi perut yang menanti mereka, di rumah.  Ada juga tubuh-tubuh tumbang disergap lelah. Terbaring tanpa resah di pelataran toko, di parkiran, di trotoar, di mana pun petugas tak mengusir mereka. Mereka memeluk malam, dan berharap esok Jakarta lebih ramah.  Sayangnya, Jakarta hanya ramah pada mereka yang mewah dan tetap angkuh pada mereka yang berpeluh.  Gedung-gedung tinggi yang dibangun dari utang, berdiri dengan pongah. Seolah, mereka adalah representasi paripurna Jakarta. Mereka merasa paling berhak atas tiap jengkal tanah di Jakarta, dan mengusir siapapun yang membuat Jakarta tampak lusuh.  "Jakarta, bukankah aku membuatmu tampak lebih indah dan sedap dipandang mata. Dengan begitu, turis akan lebih nyaman menjelajahi tiap sudut di...