Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2026

Melihat Indonesia dari Harga

Ibu saya—rahimallahu anha—punya satu ideologi “uang tidak pernah berbohong” . Beliau juga kerap berpesan, “Kamu sudah kerja capek-capek, jangan lupa makan. Kerja kan untuk cari makan, sudah kerja kok malah lupa makan” . Sepertinya, ibu saya punya kedekatan emosional dengan uang dan makanan. Atau, jangan-jangan bukan cuma ibu saya, tapi ibu-ibu lainnya di dunia ini. Belakangan saya juga merasakan yang sama saat setelah jadi ibu-ibu. Dulu, saat masih jadi mahasiswa saya begitu perhitungan. Apa boleh buat, uang saku harus cukup untuk bertahan hidup. Saat ada keinginan membeli buku (di luar buku wajib kuliah), mau tak mau saya harus cari kerjaan sampingan. Jika sedang tidak ada kerjaan—karena kerjaan yang ada saat itu cenderung berbasis proyek seperti survei, tidak selalu tersedia—saya harus tahan jajan demi beli buku. Setelah jadi ibu-ibu, uang dan makanan jadi headline yang memenuhi mental load sehari-hari. Makanan harus terbeli, meskipun ada keinginan membeli buku juga demi melawan...

Kelas Menengah yang Kian Lengah & Terpecah

Belakangan ini kita sering mendengar hingar bingar dari tubuh-tubuh yang lusuh. Mereka berdesau risau, gundah tak sudah-sudah. Ternyata, mereka adalah kelas menengah yang kian lelah, oleh kelakuan pemerintah. Kebijakan publik yang seringkali tak berpihak pada kelompok ini jadi sebab.   Kelas menengah umumnya kalangan pekerja yang seringkali tak menikmati kue subsidi secara langsung. Kesan nista akan disematkan bagi mereka yang membeli gas elpiji melon 3 kg, alih-alih pink 5 kg. Mereka tak mendapat paket perlindungan sosial, lantaran bukan kelompok miskin—tapi mereka tetap wajib membayar BPJS atas nama ‘gotong royong’.   Tapi, kelelahan dan kerisauan saja rupanya tidak cukup. Kegelisahan itu perlu diterjemahkan menjadi aksi kolektif yang terorganisir dan memperjuangkan tujuan yang sama. Sayangnya, keresahan itu sepertinya berhenti di tempat saat ini. Aksi massa terakhir belum menghasilkan apa-apa dan kelas menengah ini kembali sibuk dengan aktivitas hariannya, memperjuangkan ke...